Sabtu, 25 April 2015

KEGELAPAN DAN BULAN PURNAMA



Kegelapan jumlahnya tak terkira
ada yang mirip kamu
hidungnya pesek
pendek
sakit bengek
kelakuanya brengsek
kalau berjalan gedag gedeg

sekarang lihatlah siapa disebelahmu

kegelapan jumlahnya banyak
ada yang suaranya parau suka memaki
jempol kakinya besar yang kiri
dilihat dari samping seperti banci
kalau tertawa seperti ini
hi hi hi hi hi hi hi hi
nafasnya bau ta.....hi


kegelapan tidak suka cahaya terang
kesuakaanya cahaya bulan mati
juga redup lampu diskotik
yang membuat hidupnya bergairah

lorong gelap yang becek dan lembab
rute plesiranya

bertanyalah kamu sekarang
apakah itu juga kesukaanmu
kalau bukan
siapakah dirimu
Indonesiakah kamu
tapi mengapa
mulutmu selalu mengucapkan kafir
akh
betapa manisnya senyum bulan purnama
yang merubah wajah perempuan biasa
menjadi cantik penuh pesona
akh
keajaiban bulan purnama
satu bulan
menantinya

Cikebrok 18 Maret 2012.
Surya Esa


WARNA MEWARNAI


hari ini
aku telah mewarnai barang barang
menjadi merah dari warna jingga
kububuhi disana sini dengan hiasan
juga senyuman      

aku juga telah mengubah tembok tembok gelap
menjadi cerah seperti fajar musim kemarau
kuletakan dipinggiranya ornamen bunga bunga
sudah aku lakukan itu

sekarang tinggal menunggu
kamu tersenyum untuk teman temanmu
sambil membawa rantang berisi soup

ternyata benar
dari jauh
kamu kelihatan membawa seperti yang kuharap
tapi sepertinya ada yang ganjil
Oooo  Oooo ditangan kirimu yang kau bawa garpu
tak kulihat kamu mebawa sendok
Oooo Oooo ini tak bagus

Purwokerto,11 Maret 2012.
Surya Esa.

HARAPAN

Karena aku menangis
haparapan adalah miliku
yang selalu kupanggil menemaniku
saat kumenangis
saat aku kecewa

saat batu hitam
pepohonan
dan hewan hewan

harapan adalah milik manusia
bukan milik harimau bukan pula milik malaikat atau dewa dewa

aku manusia
menjengkelkan aku

ya
kecewa dan tertawa
harapan selalu ada
harapan juga slalu bersamamu                                           
bukan ingin bersamamu


Purwokerto,07 Nopember 2011
Surya esa.

Puisi untuk Jalan Berlobang.

  Orang orang tidak merdeka,adalah orang orang yang punya satu pilihan.

JEBULE INYONG

dijalan menuju sasaran
penuh lubang menganga
apa boleh buat
kulewati juga

telah kucoba jalan alternatif
namun disana ternyata keparahanya lebih
bahkan dipenuhi semak belukar onak duri
yang harus cepat cepat  dibakar ditungku abadi
karna anak anak sudah tidak sabar lagi ingin melewati
mereka ingin menata dan berhias diri

lupakan sementara kepenatan kita
abaikan juga kekesalan kita
karna itu semua ulah kita kita
kita kita juga yang menanamnya
maka pastikan apa  yang harus kita lakukan

akh
ternyata aku telah bertransaksi


Purwokerto,9 Maret 2011.
Surya Esa.

RINDU HUJAN

rinduku kepada hujan
hanya ingin memainkanya
untuk kuciprat cipratkan ke wajah kekasihku

selebihnya kupakai mendinginkan badan
dari sengatan matahari

berbeda dengan saudaraku ditimur sana
yang membutuhkan untuk minum
cuci pakaian
dan segala keperluan

dan aku tidak perlu minta maaf

Purwokerto,18 Pebruari 2012.
Surya Esa.

MEMBAYANGKAN INDONESIA

mengintip Indonesia dari samping
ternyata hidungnya pesek ditumbuhi rambut
yang membawa imajinasi berkelana
pada alam kegelapan

memandang Indonesia dari jauh
terlihat betapa tampan dan eloknya
tidak terlihat secuilpun noda atau aib
menciptakan kecemburuan

menyapa Indonesia lewat telepon
terdengarlah suara merdu serak serak basah
intonasinya bernada minor
yang membuat mabuk kepayang

memandang Indonesia waktu telanjang bulat
mandi diguyur pancuran air gunung
aku belum pernah melakukan
tapi sering membayangkan
karena hukumnya menegijinnkan

cobalah
karena membayangkan itu penurut

Purwokwerto,21 Januari 2011.
Surya Esa

Buku Aku Yang Ketiga

               Jangan ingin jadi pahlawan kalau penguasa juga menginginkanya.

NASIONALIS

telah aku kibarkan bendera
didepan rumahku

ditiang bambu
ditempat tinggalku
didesa
jauh dipelosok

telah aku kibarkan bendera
tanpa upacara
tak ada tepuk tangan
tidak ada pula yang nonton

Purwokerto,18 Januari 2011.
Surya Esa.